Saturday, November 26, 2016

Leave a Comment

Ujaran Kebencian Menjadi Bahasan Serius Dalam Kongres Muslimat NU ke-17

Ujaran kebencian atau hate speech yang selama ini menjadi viral diberbagai media utamanya media sosial bahkan dikehidupan nyata menjadi bahasan serius dalam salah satu sidang komisi Kongres Muslimat NU ke-17 tahun 2016 ini. Hal tersebut terbukti masuk dalam rekomendasi yang ditujukan kepada Polri dan Majeis Ulama Indonesia (MUI) karena hate speech dinilai menimbulkan kerasahan di tengah masyarakat.

Selain itu, sidang yang berlangsung pada hari Jumat (25/11) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta ini juga menelorkan rekomendasi terkait NAPZA, kesenjangan ekonomi, kekerasan seksual pada anak, ketahanan keluarga, terorisme, bonus demografi, kebijakan publik, dan penguatan internal kelembagaan.

Kepada Polri, Muslimat NU merekomendasikan pertama, agar melakukan pengkajian yang lebih komprehensif terkait hate speech dalam rangka penyusunan kerangka regulasi yang mengatur secara khusus untuk menindak hate speech. Kedua, mempromosikan pendidikan publik tentang anti-hate speech atas dasar apapun, serta bahaya dan konsekuensi yang ditimbulkannya bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Ketiga, memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat tentang dampak hate speech agar tidak saling menghujat, memfitnah, dan perilaku tidak baik lainnya.

Kepada MUI, Muslimat NU juga merekomendasikan agar membuat pedoman atau acuan yang lebih komprehensif tentang paham dan aliran tertentu. Sebelumnya, ujaran kebencian dibahas dalam forum Bahtsul Masail Kongres Muslimat NU dengan menghadirkan narasumber yaitu Ketua Umum PBNU 1999-2010 KH Hasyim Muzadi, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, dan Pakar IT Muhammad Bachir.

Admin
Terimakasih sudah berkunjung semoga tulisan yang ada di website ini bisa bermanfaat, komentar anda sangat kami harapkan.

0 comments:

Post a Comment